| Lawan Spam |
 |
| Selamat Datang |
Untuk semuanya terima kasih atas kunjungan anda di home page saya yang teramat sederhana ini. semata mata hanyalah untuk ajang silaturrahmi, media informasi dan komunikasi beragam katifitas dan pemikiran untuk anda semuanya dan jangan lupa kasih komentar, saran, Opini anda semua dibuku tamu ku ya..
Sekilas mengenai saya....
Putra pertama dari 4 bersaudara pasangan H. Erwin Taher st. Batuah dan Hj. Ermiwati ini dikenal dengan nama Ervan lengkapnya adalah Ervan Nanggalo, putra minang yang tumbuh dan besar di riau ini menghabiskan masa kecil layaknya kebanyakan anak-anak kebanyakan yang masih banyak bermain dengan keceriaan, dan satu hal yang saya banggakan adalah bahwa orang tua saya mengajarkan bahwa untuk meraih sesuatu tidak lepas dari usaha yang harus kita lakukan, dan hasil yang kita dapatkan akan sebanding dengan pengorbanan atau usaha yang kita lakukan. Pada Agustus 1997 ia pernah menjadi delegasi Indonesia pada Jambore Asia Pasifik ke-18 di Besut - Kuala Trengganu, Malaysia. Saat ini Sarjana Teknik Kimia Universiatas Bung Hatta ini melakukan usaha dibidang Air Mineral Isi Ulang, Pengadaan dan Pemasangan Depo Air Isi Ulang Baru, serta alat-alat kelengkapan depo lainnya, Pengalamannya sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri dan Sekretaris Daerah I Sumatera Badan Koordinasi Kegiatan Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia ini banyak membantu dalam menjalankan bisnis yang saat ini ditekuninya.
Banyak hal yang dapat kita manfaatkan dari dunia maya, selagi kita mempergunakannya kearah yang lebih baik dan untuk hal-hal yang positif.
Banyak hal positif dan indah di dunia ini, jadi manfaatkanlah semaksimal mungkin dan optimalkan kemampuan kita demi keberhasilan dimasa yang akan datang.
|
| Topik Forum yang Teraktif |
|
|
| The PATIAKers Hunting Foto di Pulau Ansoduo |
Geng Fotografer Sumatera Barat The PATIAKers, hunting foto di Pulau Ansoduo dan sejumlah pulau lainnya di perairan Kota Pariaman, Sabtu (20/2) hingga Minggu (21/2), didukung sepenuhnya oleh Pemko Pariaman.
Walikota Pariaman, melalui Kabag Humas, Jose Rizal mengatakan, kegiatan hunting foto ini difasilitasi oleh Pemko Pariaman, termasuk transportasi berupa tiga kapal motor yang membawa rombongan.
"Kegiatan ini dalam rangka mempromosikan pariwisata Sumbar melalui fotografi, salah satunya dengan menggelar kegiatan hunting foto di Pulau-pulau yang ada di perairan Pariaman," jelasnya, Sabtu di Pulau Ansoduo.
Dia mengatakan, Pemko Pariaman tidak hanya memfasilitasi namun juga mendampingi para fotografer memotret di Pulau Ujung, Pulau Tangah, terakhir di Pulau Ansoduo sekaligus bermalam.
Salah seorang anggota The PATIAKers, Raspurta Yadidewara mengaku berterimakasih kepada Pemko Pariaman yang telah memberikan kesempatan kita untuk mengenal pulau ini.
"Semua anggota, sekitar 15 orang mencoba untuk mengabadikan lokasi ini dengan baik. Kami juga membawa dua orang model untuk dipotret memakai baju adat," jelasnya kepada antara-sumbar.com.
Menurutnya , lokasi ini sangat potensial untuk dijadikan objek wisata, namun perlu dipertimbangkan lagi mengenai pengelolaan sarana, seperti masalah kebersihan, air bersih, dan listrik.
Dia menyarankan kepada dinas terkait, untuk bisa membuat sebuah program promosi mengundang turis lokal dan mancanegara dengan biaya yang kompetitif di sejumlah Pulau di Pariaman.
Pantauan antara-sumbar., sesi pemotretan model akan selesai pada sore ini, pada malam harinya direncanakan ada kegiatan diskusi mengenai fotografi sambil membakar api unggun di Pulau Ansoduo. (goy/tdy) [Sumber : http://www.antara-sumbar.com] |
| Posensi pacu jawi sebagai salah satu objek wisata |
 Satu lagi potensi yang selama ini tersimpan untuk dikembangkan menjadi objek pariwisata yang beruansakan budaya tradisional ada di Sumatera Barat.. ya.. "Pacu Jawi" atau dalam bahasa indonesianya berarti Balapan Sapi.
Pacu jawi (Balapan Sapi) merupakan atraksi permainan anak nagari (masyarakat) di Kab. Tanah Datar. Pacu jawi pada awalnya merupakan kegiatan pengisi waktu, saat musim tanam tiba. Berbeda dengan karavan sapi di Madura yang diselenggarakan di arena kering. Pacu jawi di Tanah Datar di gelar di pesawahan sehabis panen dalam kondisi arena berlumpur. Uniknya pacu jawi ini dilombakan bukan dengan pasangan lawan sebagaimana layaknya perlombaan, tetapi hanya dilepas satu pasang setiap lomba. Seorang joki mengendarai sepasang jawi yang diapit dengan peralatan pembajak sawah sambil memegang tali dan ekor kedua sapi. Ketika joki ingin berlari cepat, dia akan menggigit ekor-ekor sapi. Semakin cepat sapi itu berlari, semakin keras dia harus menggigit ekor sapi.. Pemenang pacu jawi adalah dinilai yang dapat berlari paling lurus tanpa berbelok ke samping. Biasanya dalam satu perlombaan akan terlihat banyak sapi yang berbelok, bahkan sampai berpindah ke sawah lain. Pada tanggal 15 Agustus 2009 kegiatan tersebut digelar kembali, yaitu di jorong Koto Hiliang, Kanagarian Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar - Sumatera Barat. tidak hanya pacu jawi.. aneka kegiatan juga dilaksanakan disana dalam rangka memeriahkan kemerdekaan RI dan menyambut bulan suci Ramadhan, seperti panjat pinang, musik talempong, dll, walaupun beberapa kali diguyur hujan. The PATIAKers; sekelompok pencinta fotografy di Sumatera Barat, juga menyiapkan liputan untuk berbagi bersama teman-teman fotografer untuk melihat bagai mana seru dan semaraknya kegiatan ini, yang insya Allah bertapatan dengan kegiatan "Crossing Bridges V 6.0 - Destination Padang - Bukittinggi - 27 Sept s/d 2 Okt 2009" kegiatan ini juga akan di gelar pemerintah kabupaten Tanah Datar di tempat yang sama. |
| Randai |
 Randai adalah media untuk menyampaikan kaba atau cerita rakyat melalui gurindam atau syair yang didendangkan dan galombang (tari) yang bersumber dari gerakan-gerakan silat Minangkabau. namun dalam perkembangannya Randai mengadopsi gaya penokohan dan dialog dalam sandiwara-sandiwara, seperti kelompok Dardanela.Jadi, Randai pada awalnya adalah media untuk menyampaikan cerita-cerita rakyat, dan kurang tepat jika Randai disebut sebagai Teater tradisi Minangkabau walaupun dalam perkembangannya Randai mengadopsi gaya bercerita atau dialog teater atau sandiwara. (Foto by:Ervan nanggalo, Narasi : Wikipedia) |
| Halaman 1 dari 15 |
1 |
2 |
3 |
4 |
> |
>> |
|
| Pesan Singkat |
Anda harus login untuk mengirimkan pesan.
Arsip Pesan
|
|