Navigasi
Home
Biodata
Buku Tamu
Opini
Download
Forum Diskusi
Link Situs
Berita
Gallery Foto
Video
Konversi Temperatur
Mesin Cari
TV ON-Line
Peta Situs
   Pengunjung Online
Tamu Online: 1
Tidak ada Anggota Online

Anggota Terdaftar: 33
Anggota Terbaru: anapekka
   Forum Thread
Thread Terbaru
Topik kita
Absen dulu ya...
AVG 8.0 Antivirus
free e-book
File Bahasa Indonesi...
Thread Terpanas
Absen dulu ya... [10]
File Bahasa Indon... [3]
Topik kita [2]
free e-book [1]
AVG 8.0 Antivirus [0]
   Artikel Terbaru
Perekonomian Menuntu...
MAHASISWA SEBAGAI AG...
Pasar Seni Sumatera ...
Hemat Energi pada Si...
urutan website unive...
   Download Terbaru
Proses Planning 1668
Manajemen Perubahan 659
Pra rancangan pabrik... 600
Foto Sumatera Barat 640
Perpindahan Panas 633
   Events
SuMoTuWeThFrSa
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

Next 7 days
- None

   Beta Random F Clock
Yang paling jauh dan tidak bisa kita kejar adalah waktu yang telah berlalu.
   Link Situs

   Lawan Spam
Perekonomian Menuntut Penerapan Teknologi
ervanOleh: Ervan Nanggalo,ST
Alumni Teknik Kimia Universitas Bung Hatta
Mahasiswa Pascasarjana pada Program Magister Sains Manajemen Universitas Bung Hatta


Pada era globalisasi saat ini kehidupan berjalan dengan cepat, segala hal dituntut untuk berpacu dan terus bergerak maju, dan itu menuntut penyediaan fasilitas pendukung yang akan membantu dalam memudahkan aktifitas manusia. Banyak hal tercipta mulai dari perangkat telekomunikasi yang serba canggih, sarana transportasi yang luar biasa, sampai kepada peralatan pemenuhan kebutuhan yang serba otomatis, itu semua tercipta karena adanya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup bangsa. Pembangunan iptek merupakan sumber terbentuknya iklim inovasi yang menjadi landasan bagi tumbuhnya kreativitas sumberdaya manusia (SDM), yang pada akhirnya dapat menjadi sumber pertumbuhan dan daya saing ekonomi. Selain itu iptek menentukan tingkat efektivitas dan efisiensi proses transformasi sumberdaya menjadi sumberdaya baru yang lebih bernilai. Dengan demikian peningkatan kemampuan iptek sangat diperlukan untuk meningkatkan standar kehidupan bangsa dan negara, serta kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia di mata dunia.

Kita semua memahami bahwa kecenderungan globalisasi sudah tidak dapat dibendung lagi. Proses transformasi global yang dewasa ini sedang berlangsung pada dasarnya digerakkan oleh dua kekuatan besar, yakni perdagangan dan kemajuan teknologi. Keduanya kait-mengait dan saling menunjang. Perdagangan yang meningkat bukan hanya mendorong proses alih teknologi, tetapi juga penguatan teknologi. Sebaliknya peningkatan teknologi akan memperlancar dan mendorong arus barang, uang, jasa dan informasi. Interaksi antara keduanya itu telah mendorong terjadinya penyesuaian struktural perekonomian di banyak negara di dunia, baik di negara maju, maupun negara berkembang. Keseluruhan proses itu menghasilkan ekonomi dunia yang makin terintegrasi.

Proses perubahan yang sangat besar tersebut terjadi dengan cepat. Proses perubahan itu melahirkan tantangan- tantangan yang harus dijawab oleh bangsa Indonesia. Tantangan-tantangan itu ada yang berupa peluang yang harus dimanfaatkan, tetapi juga ada yang berupa kendala yang harus diatasi, agar proses perubahan itu menguntungkan dan tidak malah merugikan masa depan bangsa Indonesia.

Kendala yang berupa Lemahnya daya saing bangsa dan kemampuan iptek ditunjukkan oleh sejumlah indikator, yaitu Rendahnya kemampuan iptek nasional, Rendahnya kontribusi iptek nasional di sektor produksi.

  1. Rendahnya kemampuan iptek nasional.

Dalam menghadapi perkembangan global Indeks Pencapaian Teknologi (IPT) dalam laporan UNDP tahun 2001 menunjukkan tingkat pencapaian teknologi Indonesia masih berada pada urutan ke 60 dari 72 negara. Sementara itu, menurut World Economic Forum (WEF) tahun 2004, indeks daya saing pertumbuhan (Growth Competitiveness Index) Indonesia hanya menduduki peringkat ke-69 dari 104 negara. Dalam indeks daya saing pertumbuhan tersebut, teknologi merupakan salah satu parameter selain parameter ekonomi makro dan institusi publik. Rendahnya kemampuan iptek nasional juga dapat dilihat dari jumlah paten penemuan baru dalam negeri yang didaftar di Indonesia hanya mencapai 246 buah pada tahun 2002, jauh lebih rendah dibanding paten dari luar negeri yang didaftarkan di Indonesia yang berjumlah 3.497 buah.

  1. Rendahnya kontribusi iptek nasional di sektor produksi.

Hal ini antara lain ditunjukkan oleh kurangnya efisiensi dan rendahnya produktivitas, serta minimnya kandungan teknologi dalam kegiatan ekspor. Pada tahun 2002, menurut indikator iptek Indonesia tahun 2003, ekspor produk industri manufaktur didominasi oleh produk dengan kandungan teknologi rendah yang mencapai 60 persen; sedangkan produk teknologi tinggi hanya mencapai 21 persen. Sementara itu produksi barang elektronik yang dewasa ini mengalami peningkatan ekspor, pada umumnya merupakan kegiatan perakitan yang komponen impornya mencapai 90 persen.

Belum optimalnya mekanisme intermediasi iptek yang menjembatani interaksi antara kapasitas penyedia iptek dengan kebutuhan pengguna. Masalah ini dapat terlihat dari belum tertatanya infrastruktur iptek, antara lain institusi yang mengolah dan menterjemahkan hasil pengembangan iptek menjadi preskripsi teknologi yang siap pakai untuk difungsikan dalam sistem produksi. Disamping itu, masalah tersebut dapat dilihat dari belum efektifnya sistem komunikasi antara lembaga litbang dan pihak industri, yang antara lain berakibat pada minimnya keberadaan industri kecil menengah berbasis teknologi.

Lemahnya sinergi kebijakan iptek, sehingga kegiatan iptek belum sanggup memberikan hasil yang signifikan. Kebijakan bidang pendidikan, industri, dan iptek belum terintegrasi sehingga mengakibatkan kapasitas yang tidak termanfaatkan pada sisi penyedia, tidak berjalannya sistem transaksi, dan belum tumbuhnya permintaan dari sisi pengguna yaitu industri. Disamping itu kebijakan fiskal juga dirasakan belum kondusif bagi pengembangan kemampuan iptek. Masih terbatasnya sumber daya iptek, yang tercermin dari rendahnya kualitas SDM dan kesenjangan pendidikan di bidang iptek. Rasio tenaga peneliti Indonesia pada tahun 2001 adalah 4,7 peneliti per 10.000 penduduk, jauh lebih kecil dibandingkan Jepang sebesar 70,7. Selain itu rasio anggaran iptek terhadap PDB sejak tahun 2000 mengalami penurunan, dari 0,052 persen menjadi 0,039 persen pada tahun 2002. Rasio tersebut jauh lebih kecil dibandingkan rasio serupa di ASEAN, seperti Malaysia sebesar 0,5 persen (tahun 2001) dan Singapura sebesar 1,89 persen (tahun 2000). Sementara itu menurut rekomendasi UNESCO, rasio anggaran iptek yang memadai adalah sebesar 2 persen. Kecilnya anggaran iptek berakibat pada terbatasnya fasilitas riset, kurangnya biaya untuk operasi dan pemeliharaan, serta rendahnya insentif untuk peneliti.

Lemahnya sumber daya iptek diperparah oleh belum berkembangnya budaya iptek di kalangan masyarakat. Budaya bangsa secara umum masih belum mencerminkan nilai-nilai iptek yang mempunyai penalaran obyektif, rasional, maju, unggul dan mandiri. Pola pikir masyarakat belum berkembang ke arah yang lebih suka mencipta daripada sekedar memakai, lebih suka membuat daripada sekedar membeli, serta lebih suka belajar dan berkreasi daripada sekedar menggunakan teknologi yang ada.

Komentar
Tidak ada komentar yang dikirimkan.
Kirim Komentar
Silahkan login untuk mengirim komentar.
Ratings
Rating is available to Members only.

Please login or register to vote.

No Ratings have been Posted.
   Login
Nama Login

Password

Ingat Saya


Daftar

Anda bukan anggota?
Klik Di sini untuk mendaftar.

Anda lupa password?
Permohonan yang baru di sini.
   Angket Anggota
Pasangan Capres - Cawapres Pilihan anda

Jusuf Kalla - Wiranto

Susilo Bambang Yudhoyono - Budiono

Megawati Sukarno Putri - Prabowo Subianto

Anda harus login untuk memilih.
   Random Photo
   Latest Photo Albums
Workshop Hospital... Photos: 6
Minangkabau Lands... Photos: 6
Hunting Te Patiakers Photos: 3
Kampanye Anti Kor... Photos: 8
10 Tahun Reformasi Photos: 8
   Pesan Singkat
Anda harus login untuk mengirimkan pesan.

zico azazi
20-05-2010
pak nevi udh ngk ada bgn

zico azazi
23-04-2010
bgn pa kbr...kgn sama web abg hehehehe

dwie_vusion
01-10-2009
baa kaba padang kanda??? kampus wak baa??? Apo agenda dari BEM kni?? klo bsa wak tolong... sms se wek.. wak d pekanbaru kni.. HP bg dak aktif yo!!!

ervan
20-04-2009
halo juga..kemana ja loe..??

zico azazi
17-04-2009
bang pa kbr

repege
08-03-2009
boss, bisa minta codenya Random photo, code yg sy download error terus....

ZerOCooL
18-01-2009
Where is my profile pic van? Avatar Dah di upload kok ga isa? =P

ervan
07-09-2008
hahahahaha... HN nya masih di malay... gmn mau masuk bursa... balik dunk

henrynasution
06-09-2008
ketahuan dah promosi van, ha ha ha ha

henrynasution
06-09-2008
pasangan walikota dan wakilnya kurang satu lagi tuh : HN - Palo, ha ha ha ha ha ha ha ha

Arsip Pesan